Sabtu, 26 Maret 2016
Teman Ahok Tetap Kejar 1 Juta KTP Meskipun Syarat Minimum KTP Terpenuhi
Gerakan Teman Ahok menargetkan pengumpulan 1 juta KTP untuk mendukung Gubernur DKI JakartaBasuki Tjahaja Purnama melaju dalam Pilkada DKI 2017.
Mereka tidak mau berhenti meskipun telah memenuhi target minimum pengumpulan KTP untuk Basuki mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI 2017 melalui jalur independen.
"Ini kan baru syarat minimum, dari target kita sendiri, ini baru setengah dari 1 juta KTP. Itu juga jumlah yang disyaratkan oleh Pak Ahok," ujar salah satu penggagas Teman Ahok, Singgih Widyastomo melalui keterangannya, Jumat (25/12/2015).
Apalagi, menurut Singgih, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI akan melakukan verifikasi terhadap KTP yang dikumpulkan tersebut. (Baca: Menurut Taufik, Data KTP yang Dikumpulkan Teman Ahok Belum Tentu Lolos Verifikasi KPUD)
Ia khawatir ada kendala yang menyebabkan sejumlah KTP tidak lolos verifikasi sehingga jumlah dukungan untuk Basuki nantinya tidak memenuhi persyaratan.
"Untuk itulah kita harus kerja keras lagi mencapai target 1 juta KTP supaya aman," ujar Singgih.
Untuk diketahui, jumlah KTP yang berhasil dikumpulkan Teman Ahok saat ini dalah 533.374 KTP. Sementara itu, target minimal pengumpulan KTP adalah 532.000. (Baca: Kado Natal untuk Ahok, Target Minimum Jumlah KTP Terpenuhi)
Dukungan masyarakat melalui KTP ini diperlukan bagi Basuki untuk mencalonkan diri melalui jalur independen karena ia kini tidak menjadi kader partai mana pun.
sumber :JAKARTA, KOMPAS.com -
CINA Kerahkan Armada TEMPUR Udara Dan Laut Klaim Natuna, Indonesia Makin GAWAT Darurat !!!

Ternyata China tak main-main serta asal klaim lokasi Kepulauan Natuna Kepulauan Riau (Kepri) sebagai wilayahnya. Pernyataan tegas dari Presiden Jokowi yang menyebut peta baru China itu tidak memiliki basic hukum internasional yang kuat diprediksi tidak akan ditanggapi oleh pemerintah negeri tirai bambu itu.
CINA Kerahkan Armada TEMPUR Udara Dan Laut Klaim Natuna, Indonesia Makin Gawat Darurat !!
Informasi yang dihimpun medansatu. com Kamis (25/3/2015) mengatakan saat ini China sudah menggelar armada lautnya di Laut China Selatan termasuk dekat Kepulauan Natuna. Mereka sudah mengklaim 90 % lokasi Laut China Selatan. Untuk memuaskan ‘nafsu’ invasinya China sudah tempatkan armada angkatan laut secara besar-besaran di sana.
CINA Kerahkan Armada TEMPUR Udara Dan Laut Klaim Natuna, Indonesia Makin Gawat Darurat!!
Gelar armada tempur laut ini jelas bikin marah sejumlah negara Asean. Tidak hanya Indonesia tapi juga Philipina Malaysia Brunei Darussalam serta Vietnam. China dianggap keterlaluan atas klaimnya itu serta dapat memicu perang baru di lokasi Asia Tenggara. Bahkan saat ini
China sudah menempatkan tiga kapal perang di sekitar pulau karang James Shoal punya Malaysia.
Di antarnya Kapal Induk Liaoning yang bertenaga nuklir. Kapal super besar ini mengangkut belasan jet tempur canggih buatan Rusia Sukhoi Su-33. Untuk mendukung invasi itu armada tempur laut punya negara komunis itu juga sudah disiagakan di Zhanjiang. Di lokasi ini ada pangkalan paling utama angkatan laut (Lantamal) China yaitu Yulin Naval Base di Hainan Island Guangzhou Haikou Shantou Mawei Beihai dan Stonecutters Island dan Hong Kong.
Selain kapal induk Liaoning China juga mengerahkan armada yang lain di Laut China Selatan yakni sembilan kapal perusak kelas Luyang Luhai serta Luda. China juga mengerahkan 18 kapal frigat kelas Jiangkai-Class II Jiangwei II-Class serta Jianghu V-Class.
Untuk menghancurkan armada musuh apabila perang betul-betul berlangsung China juga sudah mengerahkan lima kapal korvet yang mempunyai kekuatan siluman serta dapat merusak radar kapal musuh. Tidak cuma itu sekarang ini di dalam Laut China Selatan juga sudah berseliweran 8 kapal selam canggih yang dibeli China dari Ukraina.
source ; nbcindonesia. com
Langganan:
Komentar (Atom)
